Laman

Thursday, February 25, 2016

Magang

Dan satu lagi proses dalam perkuliahan pun dimulai. Kemarin saya sudah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama sebulan, dan now its time for Magang! Yapps magang
Awalnya Standard Chartered menjadi target utama saya untuk bisa mencari pengalaman di Bank asing tersebut. Namun ternyata bukan disana jodohnya, Alhamdulillah saya dan empat teman sekelas lainnya diterima di Bank Indonesia.
Saya dan Rahma ditempatkan di departemen Pengelolaan Uang (DPU) sedangkan ketiga teman saya lainnya di tempatkan di Departemen Riset Kebanksentralan (DRK). Dan magang kami pun  dimulai

Di DPU, saya dan rahma ditempatkan di divisi Distribusi Uang sebut saja DU. Awalnya divisi ini bernama Direktorat Pengedaran Uang yang ada di Kompleks BI lantai 6 Gedung C

 Disana sungguh luar biasa, bayangkan saja dari 50an pegawai di divisi tersebut hanya terdiri dari 3 wanita ditambah 2 dengan kami jadilah 5 wanita ditengah tengah pria pria tersebut. Jam kantor dimulai dari jam 07.00-16.15. Melihat jam masuk yang begitu berbedanya dengan jam masuk kuliah (kuliah: jika masuk pagi jam 7.30, jam 7.30 baru berangkat dari kosan) dan ditambah jarak kosan yang lumayan ke kantor serta penggunaan kereta sebagai roda transportasi membuat saya mengatur ulang jam tidur dan jam bangun. Jadwal bangun berubah drastis maksimal jam 4 pagi dan jadwal tidur àmaksimal jam 21.30 sudah terbuai mimpi, malah seringnya setelah isya saya sudah terkapar. Meski awalnya sempat merasa berat, tapi that’s so fun in the end. Well dengan jadwal baru seperti itu, banyak hal positif yang saya dapatkan. Jadwal subuh menjadi tepat waktu, jam tidur pun lebih teratur dengan tidak ada nya begadang di sela sela waktu malam untuk nonton drama korea ._. Namun tetap saja selalu bermasalah saat membuka gembok kostan tiap pagi. Jam 5.30 adalah jadwal kereta jurusan tanah abang tiba di stasiun pondok ranji, yang artinya saya harus sudah tiba sebelum jam tersebut. Lalu bagaimana jika saya terlambat naik kereta? Umm habis sudah rasanya….sensasi yang akan kau rasakan akan jauh lebih buas untuk bisa masuk dan bertahan di kereta.

Setiap jam masuk, jam istirahat dan jam pulang tiba di BI, kalian akan mendengarkan lantunan   nada yang menjadi “Bell Mark” nya. Seringnya kita menyebutnya sebagai “Hymne BI”.
Saat jam masuk tiba, kita selalu mengadakan briefing baik dari pegawai maupun tenaga organik DU. Berdiri di space kosong ruang kerja saling berhadapan untuk membacakan RKH (Rapat Kerja Harian) dilengkapi dengan arahan dari Direktur dan para pejabat serta informasi dari rekan kerja, doa, gerakan pemanasan yang sangat mengundang gelak tawa dan pembacaan nilai nilai strategis BI serta pembacaan lima tranformasi Bank Indonesia yang diakhiri dengan bersalaman menjadi kebiasaan pagi saat kami magang disana.
Lorong Briefing

Lalu bagaimana pengalaman 20 hari saya magang disana?
it such an alluring moment of those time.
Rutinitas kami disana adalah melakukan rekap perjalanan dinas dan menginput pajak dalam sistem. Banyak hal yang memang bersifat rahasia, jadi tak sembarang orang bisa bersentuhan dengan hal tersebut. Bahkan penggunaan inisial dan kode yang mungkin hanya di ketahui oleh pegawai DU kerap lalu lalang di telinga kami baik saat briefing maupun saat mereka sedang mengobrol
Jadi, magangnya hanya disibukkan dengan hal itukah?
Eitsss, jangan salah. Ini baru introductionnya.
sakral nya tugas saya memang itu, namun bisa dikatakan kegiatan sampingannya justru yang membuat kebahagiaan ini meningkat drastis. Bisa dikatakan saya dan Rahma ditempatkan di divisi yang menjelma menjadi gudang makanan. Kenapa? Tentu saja karena persediaan makanan di divisi ini tak pernah surut alias selalu ada (minimal gorengan yang ada di atas meja). Sepertinya akan panjang membahas urusan makan memakan di DU, ----
Sepanjang apa, general nya begini
  • Selalu ada katering snack untuk sarapan pegawai (meski saya dan rahma musiman mendapatkannya, jika ada kasir yang sedang dinas baru dihibahkan snacknya, kalau tidak ada? Yah nunggu makan siang)
  • Setiap jumat selalu diadakan perasmanan untuk sarapan bersama , sebut saja jumat barokah
  • Porsi makan siang yang tiada tara, lebih cocok dibilang porsi 2 kali makan. Karena lauknya bertumpah ruah (Alhamdulillah rejeki anak magang selalu dapet makan siang)
  • Setiap kasir atau pejabat yang melakukan perjalanan dinas ke luar kota, selalu membawa oleh oleh khas dari daerah dinas mereka yang beraneka ragam dengan jumlah besar (setidaknya cukup untuk 50an pegawai di DU bisa icip-icip)
    Misal: Ada yang baru dinas ke Palembang, saat pulang ia pasti akan membawa pempek dan kerupuk Palembang. Yang dinas ke Medan akan membawa bika ambon dan lainnya, yang dinas ke Surabaya akan membawa dodol beraneka macam rasa dan cokelat impor “entahlah kenapa coklat dianggap oleh oleh khasnya, yang penting enak deh*
    Jarak perjalanan dinas daerah satu dengan daerah lainnya tidak teralu jauh, mungkin hanya selang 2-3 hari jika memang proses pengirimannya sedang banyak. Jadi bisa dibayangkan seberapa sering kita bisa ikutan icip icip
  • Banyak pegawai dan pejabat yang menjadi relawan traktiran.
    Mungkin benar yang dikatakan orang, “perut orang kantoran biasanya buncit”, dan saya mengakui hal itu. Karena dengan kondisi lingkungan ber AC, kalian akan sering merasakan lapar tak berkesudahan selain ingin pipis terus tentunya. Maka dari itu alternatif mencari makanan tambahan pun menjadi trik jitu untuk bertahan di kantor. Seperti apa usaha nya?
    Misal : Duo Cabelita (Mba Hesti dan Mba Erni) mau makan pizza, pasti nya rayuan kepada pegawai didengungkan. Seringnya pak Ferry yang langsung merespon, “pesan aja pesan”, meski ia harus ke ATM dulu *Beliau sosok yang sangat sangat royal, menyenangkan dan tak tega. Mau apapun akan segera dibelikan* . Sekali jajan wah bisa lumayan budget yang dikeluarkan dari dompetnya. Selama kami disana, sudah beberapa kali traktiran Pak Ferry singgah di perut kami, belum lagi tumpukan makanan sedari ia pulang dari perjalanan dinas yang ia berikan kepada kami lalu ada traktiran satu-satu nya pejabat wanita disana, Bu Endang namanya. Sebenarnya ia tipikel yang memperhatikan kondisi tubuhnya, jadi kalau pesan makanan macam pizza ia hanya mencoba sedikit dan sisanya? Yah tentu kami yang sikat. Atau beberapa pegawai yang selalu membelikan camilan setelah jam istirahat usai. Tinggal tengok saja ke meja makanan, kalau ada makanan yang terlentang diatas meja,  bisa terdeteksi dengan kerumunan pegawai yang sedang antri untuk icip-icip
  • Traktiran Ulang Tahun, Promosi dan Mutasi
    Ulang tahun para pejabat mungkin adalah salah satu momen yang di tunggu bagi sebagian pegawai DU. Mengapa? Tentu saja pada hari itu biasanya ada makan besar. Beruntunglah saya dan rahma berkesempatan merasakan traktiran dari 2 pejabat yang berulang tahun disana. Seringnya akan ada catering sebagai sarapan kita disana. Nasi kebuli dan siomay, atau jenis makanan yang lain
  • Promosi dan mutasi? Yes itu juga masuk list momen mengenyangkan
    Kebetulan saat kami disana, ada salah satu pejabat DU yang promosi ke tingkat yang lebih tinggi lagi di divisi berbeda, Pak Sugeng namanya. Request-an traktiran pegawai dan pejabat untuk makanan traktirannya adalah bakso monas (seperti bakso atom, namun menurut saya itu lebih banyak porsinya). Mungkin bakso tersebut merupakan trandmark orang Jakarta, karena mencerminkan icon monas di nama Baksonya. Akankah ada bakso ondel-ondel? Kita lihat saja nanti
    Itu baru traktiran dari DU. Ternyata belum habis sampai situ, 4 pegawai yang mendapatkan promosi se-Departemen Pengedaran Uang (DPU) salah satu nya yaitu Pak Sugeng juga memberikan buah tangan untuk seluruh pegawai di departemen tersebut. 300an lebih pegawai saat hari itu membawa pulang bingkisan dan ice cream dan kami termasuk salah satu dari mereka hihi
    Berbeda dengan promosi, biasanya dari departemen yang menaungi DU yaitu Departemen Pengelolaan Uang (DPU) akan mengadakan upacara perpisahan untuk melepas para pegawai dari semua divisi di DPU yang akan melaksanakan mutasi. Perpisahan di DPU sudah dilaksanakan, namun kami punya upacara perpisahan lagi yang dikhususkan untuk pegawai DU. Seringnya mba Erni dan Mba Hesti yang berurusan dengan tim catering, yah pria pria sih tinggal terima beres ya. Mereka yang sibuk melist menu makanan mulai dari appetite, main course sampai dessert nya. Sepertinya divisi Pengadaan Uang (PgD) yang berada disebelah kami merasa sangat iri melihat divisi DU yang sering mengadakan makan bersama. Lagi dan lagi….
  • Belum lagi jika ada jadwal rapat yang tetiba di cancel. Baik makan berat dan snack dengan porsi aduhai akan diberikan ke pegawai lainnya
Yah itulah siklus makan kami yang tiada henti…tak henti-hentinya mengucap syukur telah ditempatkan di divisi ini.
Banyak sekali hal baru yang saya alami saat magang di gedung ini. Mulai dari tak sengaja bertemu Bapak tampan yang sedang diwawancara oleh banyak stasiun TV setelah kejadian ledakan bom Sarinah, yang ternyata Beliau adalah Gubernur BI yaitu Bapak Agus, melihat dan memegang uang yang belum selesai proses finishing. sampai yang sangat tak disangka-sangka yaitu dapat memasuki kantor Pengadaan Uang Keluar (PgUK) dimana saya dan Rahma berdiri di depan salah satu Brankas Uang Negara.

Kesempatan itu kami dapatkan pada hari traktiran bakso monas dari Pak Sugeng (biasanya hari yang diingat selalu identik dengan traktiran). Setelah briefing terakhir Pak Sugeng di DU, seluruh pegawai DU beserta Pak Direktur arak arakan mengantar Pak Sugeng ke divisi barunya yaitu di divisi PgUK yang berada di lantai dasar gedung C. Kami pikir, kami akan hanya tinggal di ruangan. Namun ternyata kami diajak pula, tentulah ruangan divisi kami tak berpenghuni. Hanya ada 2 mas-mas Bakso Monas yang sedang mempersiapkan panganan yang siap disantap kami setelah selesai mengunjungi PgUK. Tak hanya arak-arakan ternyata, para kasir junior sudah mempersiapkan penampilan yang akan disuguhkan dalam prosesi pengantaran ini. Beberapa dari mereka melilitkan sarung di pinggang nya dan memakai peci pula dengan tambahan script pantun yang akan menjadi remainder akan pantun yang ingin dibacakan disana. Wah rupanya seperti ritual masyarakat Betawi yaitu palang pintu. Saat memasuki PgUK, kami harus melalui jalan berliku yang sangat keren. Ternyata kami dibawa ke basement untuk bertemu dengan pegawai PgUK yang sedang melakukan briefing. Setelah lift terbuka di basement, aroma uang sudah tercium dahsyat. Sampai akhirnya kami berdiri ditepat salah satu brankas besar miik Negara, entah harus berkata apa. Luar biasa, ternyata kami merupakan anak magang pertama yang bisa masuk ke PgUk. Karena daerah tersebut hanya diperuntukkan bagi pegawai saja

Wah sungguh kesempatan yang sangat berharga. Mulailah para kasir junior memperlihatkan kemampuan dalam berbalas pantun meski terkadang mereka lupa dan melihat script, namun itu yang menambah kelucuan akan aksi mereka. Bahkan Mas Rizky dan Mas Seli sampai harus berlagak berduel untuk memeriahkan suasana. Dalam moment ini kami bisa melihat kesolidan tim DU yang begitu hebatnya, jadilah saat itu menjadi penyatuan briefing 2 divisi besar di DPU.
Di DU kami tergabung dalam geng Cabelita yang terdiri dari saya, Rahma, Mba Erni, Mba Hesti, Mba Septi (meski ia dari divisi sebelah yaitu divisi Pengadaan namun ia sering join ke divisi tetangga), mas Arif dan Mas Joko. Yah lengkaplah sudah hari-hari kami yang penuh dengan sukacita tersebut.
Berbeda dengan masa SMA atau tingkat sekolah terdahulu, umumnya kita akan langsung bergegas pulang jika bell sudah berbunyi. Hari-hari pertama saat kami baru memulai magang, tentu lantunan lagu pengiring pulang lah yang kami tunggu. sudah rapi perlengkapan pulang kami, tinggal pulang saja. Tapi saat kami melihat sekeliling, tak ada persiapan dari mereka untuk pulang. Masih menyibukkan diri dengan segala urusannya, wah mungkin seperti ini rasanya orang kantoran. Rupanya lantunan lagu tersebut hanya alunan selingan disela sela waktu kerja mereka. Ternyata mereka akan pulang kerja paling cepat jam 5 atau bisa sampai malam (itung saja lembur). Pantas saja saat kami pulang, rasanya hanya kami yang berjalan keluar gedung, sepi sekali….

Lalu apa sebenarnya tugas Utama dari Divisi Distribusi Uang itu sendiri?
Jadi singkatnya begini. Pengedaran terdiri dari kegiatan distribusi uang dan layanan kas yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Dengan alur dari bank indonesia uang di distribusikan ke kantor-kantor bank indonesia di daerah dan sebaliknya. Distribusi uang bertujuan agar kas Bank Indonesia yang ada di daerah berada pada keadaan yang cukup untuk keperluan pembayaran, penukaran dan penggantian uang selama jangka waktu tertentu. Distribusi uang ini sangat memperhatikan betul perencanaan dalam kegiatan distribusinya, dengan demikian distribusi uang tersebut tercapai keterpaduan dengan rencana pengadaan uang dan pengiriman uang dapat terlaksana secara lebih efisien, efektif, cepat dan tepat waktu sesuai kebutuhan. Layanan kas oleh bank Indonesia pada dasarnya terdiri dari penerimaan setoran dari bank-bank, kegiatan bayaran, penukaran, dan layanan kas lainnya. Layanan kas ini bertujuan untuk memenui ketersediaan uang pada kas dan memastikan uang tersebut layak edar.
Nah itulah tugas utama divisi Distribusi Uang dalam bank Indonesia

Tak terasa 20 hari telah berlalu cepat. Tibalah di hari terakhir kami magang disana, kami pun mendapat beberapa bingkisan sebagai kenang kenangan dari duo Cabelita, bahkan meski pun pak Ferry sedang dinas, ia sempat menitipkan hadiah untuk kami. Terlepas dari itu semua, pengalaman selama 20 hari menjadi keluarga DU lah yang tak bisa dilupakan. Terimakasih untuk hari hari yang menyenangkan dan mengenyangkan itu. Semoga kelak kita masih diberikan umur panjang agar bisa berjumpa lagi, aamiin
Salam DU Ngehits…..

No comments:

Post a Comment