Sebagai
seorang mahasiswa yang notabene adalah anak kostan, urusan makanan itu
kadangkala jadi urusan yang disepelekan. Why? Yapp, layaknya anak kostan yang
memang jauh dari pengawasan orangtua telat makan atau bahkan lupa makan merupakan
hal yang biasa entah karena terlalu banyak aktivitas di kampus atau karena berbagai alasan lain yang menjadikan mereka
tidak terlalu memperhatikan kebutuhan asupan makanan dalam tubuhnya.
Selain itu pada
umumnya anak kostan agak sensitive dengan masalah “price”. Jadi kalau ada makanan yang murah dan
enak terkadang langsung dibeli.
Masalah gizi? Itu urusan belakangan yang penting cocok sama perut. Untuk siklus
makanannya pun yang wajarnya 3 kali dalam sehari yaitu sarapan, makan siang,
dan makan malam bisa berubah sesuai kebutuhan.
Ngomongin masalah siklus makan,
kayanya gue bermasalah deh sama yang namanya sarapan. Jam sarapan gue itu jam
9-an keatas (jatohnya makan siang sih). Dari dulu emang ngga suka sarapan gitu dan
diperparah saat gue kuliah. Kalau zaman sekolah dulu sih masih sering dimasakin
sarapannya sama nyokap, karena udah dimasakin mau ngga mau dimakan kan. Belum
lagi terkadang udah dibawain bekal makanannya juga. Tapi beda saat kuliah. Kalau
kuliah, nggak sarapan. Kalau nggak kuliah/libur, tidurnya bangun siang. Jadi
sama aja nggak sarapan.
Seberapa penting sih sarapan? Gue
pernah denger pepatah seperti ini:
"Breakfast like a king, lunch
like a prince, dinner like a beggar"
Kalau based on saying yang ada di atas
tersebut, artinya breakfastlah yang "value" nya paling besar di
antara semua waktu makan setiap hari. Dan memang benar, karena sarapan adalah
sumber tenaga kita untuk memulai aktivitas.
Tapi guys, yang membuat gue kaget
adalah kalimat "dinner like a beggar"
Omaigat. Kalau kebiasaan gue dijadikan
sebuah pepatah, bisa jadi kalimatnya begini:
"Breakfast? No, wait until lunch.
Lunch? YES,very much YES. Dinner, at any hour."
Rasanya jadwal makan gue sangat
hancur. Penelitian mengatakan, bahwa sarapan lah yang paling penting dan harus
ada setiap hari. Selama kuliah beberapa semester ini, gue meninggalkan pola
hidup sehat tersebut.
Sekarang gue ingin membandingkan pola
makan gue saat gue masih sekolah (berasa tua) dan pola makan gue saat kuliah.
SMA:
1. Sarapan (Nasi uduk/nasi goreng/nasi
pakai telor ceplok/nasi pakai nugget/indomie goreng/french fries -> sok
elit, ngga sekalian burger aja apa)
2. Makan pas istirahat pertama jam 10
pagi (Nasi kuning/nasi campur)
3. Makan pas istirahat kedua 12.00 (berbagai
macam snack yang jumlahnya nggak kira-kira)
4. Makan siang (bisa disebut sore
juga) di rumah (Nasi dan lauk yang lebih banyak daripada yang dimakan di
kantin)
5. Optional: Makan lebih cepat, bisa
berupa mie instan dan sebagainya
6. Makan malem
7. #ngemillagikalolaper
Sekarang bandingkanlah dengan pola
makan gue saat kuliah.
Kuliah:
1. #sarapannggayaa
2. Makan siang (yang jelas bukan di
rumah) -> nasi warteg setengah, lauk 2-3 biji/ nasi di tempat-tempat makan
lainnya
3. Makan malem -> bisa berupa nasi
goreng, atau nasi pecel ayam/ikan, atau nasi dan lauk yang dipesan dari warteg
kostan
Gimana? Beda jauh?
Let me tell you ya, pas gue sma dulu
berat gue 47an keatas, bahkan pernah nyampe 50 kg. Tapi pas kuliah *drum rolls*
Berat badannya selalu dibawah 47 kg
Dan setiap gue pulang kerumah atau
ketemu temen temen lama, hal yang biasa mereka katakan adalah “kok kurusan sih,
jarang makan ya?”
tapi yang gue heranin adalah, kenapa kekurusan itu tidak berlaku untuk pipi
gue. Rasanya pipi gue masih memuai dengan konstanta permuaian yang sama sedari
dulu.
*guling-guling di tanah*
Oke jadi itulah dia, perbedaan berat
gue dulu dan kini. Jadi bisa dibilang saat pulang kerumah adalah saatnya perbaikan gizi. Well itu emang bener,
*TIPS KESEHATAN SPESIAL*
1. Sarapan sebelum memulai aktivitas.
Kalau anak kos, usahakan yang murah dan tidak menguras dompet terlalu awal.
2. Makan siang jangan terlalu brutal.
Secukupnya aja, jangan kaya orang baru pernah liat makanan.
3. Makan malem jangan kecepetan,
jangan kemaleman, jangan kebanyakan. Biasanya ada orang yang makan malem eh
tiba-tiba plus roti bakar coklat keju, plus martabak, dan plus lain-lainnya.
4. Usahakan untuk nggak makan atau
jajan-jajan lagi di atas jam 9 malem. Sangat tidak sehat, trust me.
5. Sisihkan waktu untuk berolahraga.
6. Tidur yg cukup. Kalau suka
begadang, paling nggak siangnya udah tidur 1-2 jam.
Jadi, kesimpulannya adalah,
marilah kita memulai hidup sehat
dengan makan secara teratur dan kebiasaan hidup yang baik, karena sehat itu mahal
harganya.