Laman

Saturday, November 8, 2014

The little Rascals



love love love this movie. 
the rascals will learn the value of true friendship...and even an appreciation of girls
benar-benar lucu, and here is my favourite part...



how?
so cuteee :)

Unguessing


Coba simak secara mendetail gambar tersebut, yah saya mengambil gambar itu diam diam saat saya berada didalam angkot jurusan Ciputat-Bukit beberapa waktu lalu saat hendak mengajar les privat.
Tak ada yang aneh bukan? Hanya seorang supir yang sedang jeli memandang ke arah jalan sambil sesekali melihat kearah kanan dan kiri untuk mencari penumpang. Barangkali akan penuh kembali angkot yang di kendarainya dengan para penumpang. Yah jelas saja, angkot ini terasa sepi sedari tadi.
Namun saya terheran heran, setelah saya melihat dengan jelas dan mendengar pembicaraan sang supir dengan salah satu penumpang yang membuat saya berpikir keras. Sepintas suara sang supir mirip dengan seorang wanita. Dan ternyata memang iya. Hem bagaimana mengutarakannya ya, so surprised and so. Potongan rambut pendek, dengan topi yang menutupi bagian kepala nya, warna kulit kecoklatan yang sudah mulai menua, dan jari jemari yang begitu kuat menggenggam stir angkotnya menampilkan beliau bak seorang pak supir telaten.

Saya terenyuh, jelas. Melihat nya membuat saya merasa terpuruk, dia wanita namun dia mampu melakukan pekerjaan pria. Melewati panas dan dingin dalam angkotnya, wah saya saja terkadang jika cuaca sedang panas sudah menggerutu setiap saat, mengeluh kegerahan, namun barangkali tidak untuk dia. Tetap berjuang mencari rejeki halal sebagai seorang supir wanita, mungkin banyak wanita-wanita lain di luar sana yang harus benar benar bersusah payah untuk dapat mencukupi kehidupannya sehari hari atau bahkan juga keluarganya.
Harus banyak banyak mensyukuri nikmat dari Sang Maha Kuasa ternyata...
I believe, for the strong woman, it built the strong heart to stand up along the life


Sunday, August 17, 2014

Selamat Ulang Tahun RI


Selamat hari kemerdekaan semua
wah usia Indonesia bertambah sudah, kini memasuki usia yang ke 69 tahun. Sudah tua ya, semoga kedepannya jauh jauh lebih baik dalam segala aspek.

Layaknya acara HUT RI tak lengkap apabila kita tidak membahas acara seremonial tahunan yang di adakan di sekitar kita, bukan hanya pelaksanaan upacara bendera atau pembacaan teks proklamasi saja, lalu? YAPP….berbagai acara lomba 17 Agustus-an yang tidak pernah kehilangan esensi dari masyarakat khususnya anak-anak menjadi salah satu hal yang ditunggu tunggu dan tentu juga karena ada bulatan tanggal merah yang melingkari angka 17 menjadikan hari ini begitu istimewa bagi semua pihak karena utamanya kita bisa libuuuuur haha, tapi lain ceritanya jika tanggal 17 agustus jatuh di hari minggu seperti sekarang, tanggal merah di hari minggu??? Nikmati sajalah yaaa

Masih ingatkah kalian dengan lomba ini?
balap karung,balap lari,  panjat pinang, lomba makan kerupuk, membawa kelereng dengan sendok, memasukkan paku ke dalam botol, tarik tambang, hias sepeda,  mengambil koin dari kulit kelapa, lomba mewarnai, atau bahkan lomba-lomba unik seperti sepak bola pria dengan mengenakan baju daster, mendandani orang lain dengan menutup mata, tahan tawa, atau bahkan lomba joged dan mungkin masih banyak lagi lomba-lomba seru di luar sana. Semuanya sangat menggembirakan !!!

Membahas tentang hal tersebut membuat saya teringat saat saat dimana saya pernah ikut serta dalam perlombaan 17 Agust usan, mulai dari lomba makan kerupuk sewaktu SD dulu. Bahkan saya masih ingat ada salah satu teman yang menangis karena ia tidak sampai sampai untuk menggigit kerupuk nya wkwk, ikut lomba balap karung  dan juga balap lari. Eh ada yang lucu dalam balap lari saat itu, jadi lupa sih jelasnya saat saya duduk di kelas 3 atau 4 SD, saya menjadi salah satu peserta balap lari dalam perayaan acara 17 agustusan di sekitaran rumah. Saat start sampai hampir garis finish saya berada di posisi 4 besar, rute yang kami lewati yah melewati rumah rumah warga tentunya. Saat jarak hampir finish mungkin sudah 85% menuju garis finish, teman saya yang berada persis di depan saya yaitu di posisi 3 melihat ibu nya di salah satu warung sembako, bukannya melanjutkan lari nya namun ia berhenti sejenak dan malah masuk ke warung untuk meminta jajan kepada ibu nya hahaha jadilah posisi 3 direbut oleh saya, benar benar lucu jika di ingat.
lalu ikut juga lomba hias sepeda, yah tentu bukan saya yang menghias namun papa lah yang mengerjainya hihi. Dan tahukah kalian, saya pernah menjuarai lomba joged dan hadiahnyat? sebuah dompet lucu bergambar barbie. Anggap lah itu prestasi ya, how sweet the memory was....

Begitu juga dengan hari ini, sejak pagi gegap gempita perayaan 17an sudah di rasakan warga komplek rumah saya. Banyak lomba-lomba yang di selenggarakan di sekitaran rumah untuk para anak-anak, lucu, seru, dan menghebohkan melihat tingkah mereka.
Termasuk acara panjat pinang yang menjadi salah satu acara yang ditunggu karena keseruan yang tersaji didalamnya. Yah benar saja, acara yang di laksanakan bada ashar ini menyedot animo warga yang sangat tinggi. Ramai syekali disana---
Ini nih sedikit gambarnya ya,




pria berbaju hitam yang berada di posisi paling atas dalam panjat pinang tersebut adalah... adik saya, paisal hahah dia jadi salah satu peserta lomba ini. yah walaupun dia tidak berhasil untuk memanjat sampai atas namun usahanya bisa di bilang lumayan lah ya dan cukup menghibur juga de :D

Mungkin bagi beberapa orang euforia 17 agustusan sudah mulai berkurang, selain bertambahnya usia dan juga pengaruh lingkungan yang semakin canggih membuat lomba-lomba seperti ini kurang diminati di kota kota besar namun sebenarnya di sesi inilah kita dapat melihat kebersamaan yang sangat nyata. Tertawa gembira bersama, berkumpul dengan teman, tetangga atau masyarakat lainnya, itu benar benar menyenangkan.
Selebrasi 17 agustusan tidak hanya diukur dari perayaan nya saja, namun bagaimana kita dapat mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah di raih dengan terus menjaga tali persatuan dan kesatuan, serta menjadi penerus bangsa yang berkontribusi untuk negaranya dengan berbagai cara, semogaaa

Once again, happy birthday my homie, Indonesia :)


Thursday, August 14, 2014

Siapa Bilang Mau ke Neraka itu Murah?

Ini adalah salah satu postingan inspiratif yang saya baca dari salah satu blog, semoga bisa menjadi bahan renungan kita bersama
selamat membaca,


SUARANYA sedikit serak dan matanya berkaca-kaca. Ia menuturkan betapa gembira istri dan anak-anaknya waktu mereka diajak makan malam di sebuah restoran di Bandung Utara. “Rasanya sudah lama sekali saya tidak berbincang-bincang dengan istri dan anak-anak saya,” tuturnya.

“Sekali-sekali makan di luar bersama keluarga sangat menyenangkan. Istri dan anak-anak saya kelihatan sangat berbahagia. Anak-anak saya banyak bercerita tentang berbagai kegiatannya dan juga banyak bertanya tentang berbagai macam hal. “Yang terpenting, kata teman saya itu, biaya untuk membahagiakan keluarga ternyata murah, tidak mahal”.

***

Lalu ia membandingkan dengan berbagai kegiatannya sebelumnya.

Ia bukan pemabuk, hanya sekali-sekali ia mabuk, kalau kelewat batas meminum minuman beralkohol. Pada restoran sedikit di atas kelas menengah, satu gelas single Whiskey dan Tequila adalah Rp 30.000. Kalau ingin gaya sedikit, sebotol Champagne harganya lebih dari Rp 1 juta.

“Dengan uang sebanyak itu, saya dapat membahagiakan istri dan anak-anak saya untuk makan-makan di restoran lebih dari lima kali,” katanya.

Ia juga bukan penyanyi, tetapi ia pintar menyanyi dan suaranya lumayan bagus. Pernah ia berseloroh, “Kalau saya lelah jadi pengusaha, saya akan menjadi penyanyi”. Biasanya, ia minum-minuman keras di karaoke. Biaya yang dikeluarkan untuk menyewa ruang karaoke kelas VIP adalah Rp 1 juta dan untuk lebih meriah ia menyewa pemandu lagu (PL) dengan harga Rp 200.000 per jam.



“Mas tahu sendirilah,” katanya. “Seringkali saya kebablasan. Dari ruang karaoke pindah ke kamar hotel”. Jumlah uang yang dihamburkannya dalam semalam, menyamai gaji guru besar dalam sebulan.

“Itu belum seberapa mas,” katanya. Suaranya terdengar bangga namun terselip ada nada pahit. “Pada diskotek yang elite dan mewah, teman saya menyewa hostes dua juta tiap jamnya. Dan Mas dapat memperkirakan berapa besar uang yang harus dibayar teman saya kalau ia membawa hostes itu ke kamar hotel.”

***

“Itu adalah bagian dari masa lalu saya Mas,” tambahnya. “Kini saya kembali ke pangkuan keluarga. Kembali kepada istri dan anak-anak saya.”

“Mungkin inilah yang dinamakan hidayah,” katanya dengan mata menerawang jauh. “Saya hampir bangkrut karena judi. Mula-mula hanya iseng, recehan, seribu dua ribu rupiah, agar main gaplenya lebih serius. Namun, sekali lagi saya kebablasan, sebagian perusahaan saya sudah hilang dalam perjudian itu. Saya diselamatkan oleh rasa letih yang luar biasa, saya istirahat dan berhenti berjudi sehingga tidak semua perusahaan saya lenyap”.

Saya hanya sedikit berkomentar, untunglah ia tidak seperti Pendawa Lima yang menjadikan negara sebagai taruhan dalam perjudian dan Pendawa Lima kalah.

“Ya, untunglah saya tidak seperti Pendawa Lima. Masih ada harta yang tersisa untuk hidup bahagia,” katanya sambil menarik napas lega.

“Hidup ini aneh,” tambahnya. “Semua yang saya lakukan dahulu itu, seperti mabuk-mabukan, melacur, dan berjudi, adalah tiket menuju neraka yang menyengsarakan. Kenapa lumayan banyak orang mau membeli tiket ke neraka yang harganya sangat mahal?”

Saturday, July 26, 2014

You Know Him?


Just want to share this,  have a great journey for my fellow reader…

Sebastian Marsal. Sebastian is a Strategist, Entrepreneur, Consultant and Writer [he is the author of the book: Ikigai, an excellent book for personal development, providing valuable insights for Strategy, Philosophy, Self-Discipline, Science, and Victory. He believes that there’s “a class of people who abandon the safety of comforts of following the crowd, and look to pioneer the world forward through invention, innovation, and creativity. Marshall’s goal is to help you increase your resourcefulness, resources, and have more impact with the resources you’ve got.” An excellent site and resource of information for business, innovation and resourcefulness. A must reading!

Sebastian Marsal

okay, this is one that I love cause its meaningfull and engage us to reach your target not only taught to focus on your dream to the exclusion of how your action affect every other person around us.

”The Siege”

I've spent a lot of time analyzing my own successes and failures. When something goes particularly well, I want to figure out why, distill the gains, and repeat the process. When something goes poorly, I want to debrief, analyze, and do better next time.

Working hands-on with other team members, volunteers, collaborators at GiveGetWin, working in consulting, and doing other creative projects and sharing information with smart friends also shows me patterns of what works and what doesn't work.
 And I can't help but note that, when things are going poorly, there can be two radically different types of reasons why. 

The first is if you feel besieged, so to speak. This is when you're very aware you want to mediate, want to write, want to eat healthy, whatever -- but you feel a strong pressure not to, inner conflict, a huge fight and lots of pleasantness.
It's really unenjoyable if you're going through a phase where you feel under siege and conflicted like that.
The other way people fail is much more sneaky and insidious. It's like a saboteur has infiltrated the command center, and dispatches that should be sent out to are just... lost somewhere along the way. Orders don't go through, information doesn't process, the whole effort gums up with anyone really knowing why.

The former -- when you feel directly under attack of conflict and tension -- is much more unpleasant than the latter, but I would argue that it's closer to success.

The latter -- where you're just unaware of what you should be doing, not considering the right information, not taking action, and not even really struggling -- it's more dangerous, because there's no warning signs. You can easily lose weeks, months, years to this.

Yet, the latter sort of defeat and setback is more pleasant. It's the difference between going into the boxing ring and getting knocked around or not going into the ring at all. In either case, you're not winning boxing matches. But the person who doesn't compete doesn't have any defeat or setback to be disappointed about. The person who doesn't compete never has to cringe at the failures of will, breakdown of attempts, lack of skill or knowledge leading to poor outcomes.

And yet, as comfortable as complacency is, it never once has led to successes and triumphs, whereas the person taking their knocks and blows -- even when under complete siege, pressure, and failing -- is moving closer to grabbing the fruits that come of action.

Hoping this will give you a more life meaning including of your glory life then

Friday, June 27, 2014

Hey You !



Yes you, stop being unhappy with yourself. You are perfect. Stop wishing you looked like someone else or wishing people liked you as much as they like someone else, stop trying to get attention from those who hurt you, stop hating your body, your face, your personality, your quirks, love them.
Without those things you wouldn’t be you and why would you want to be anyone else? 
be confident with who you are , smile. It’ll draw people in. if anyone hates on you because you are happy with yourself then you stick in the middle just screw it.
“my happiness will not depend on others anymore”

I am happy cause I love who I am, I love my flaws, I love my imperfection , they make the real me. Yeah me. And ‘me’ is pretty amazing

Thursday, May 22, 2014

So Dramatic



I can’t believe it’s over ,I watched the whole thing fall. And I lost my beloved one.

someone who I like as the special one
and the greatest rush of all was to be found,  always accompany me in all times, sharing my happiness or even the heaviness that I have, someone who always care about me, spending our time together, doing a lot of silly things and smiling out together gone away suddenly.

Things have seem to changed and there’s one thing that’s still the same. But should its you? Why it should you?

You become someone else. Yeah someone else. Take a protagonist act to be an enormous actor in the camouflage world.
you’re so changed, so far away, so rough, let me hurting and crying but you don’t care bout that roundly, so dramatic. How pitiful I am, ain’t i?
By the same reason for doing that to me, you made distances to round off us. Why you so self?
you just think bout him, but no including me. What the best for me? You don’t know dear, im the only one who knows it. But you don’t to know. You more than him, you more than the other friends. but you never want to take it as the truth. If you don’t see it, feel it

is there an act for defending me? No, you let me go. You brooding me to go out from your side obviously, so dreadful way for that

I tried to turn back my mine. My mine as same as before.  Just trying to getting you back, Until i push myself, how will i know how far i can go? It is only by testing my limits that i can determine where you truly are. Of course, hoping the next time, i can try to exceed those limits. No matter what you're going through, i'll never walk away,  i'll never walk out on you. I’m officially missin’ you and I tell you. But the words became useless on you      What can I say?  Youre be precis  the new you without see back to me. You breaking down what ive done.
All I do is lay around, sometimes two eyes full of tears from looking at your face on. Just two months ago you were my ap. Now I don’t even know you at all. To the sweet things you told me, I just can’t find a way to let go of you

Did you know the definition bout friendship? Never let them go, keep warm to each other, but you didn’t dear. You draw me in, but you kicked me out now.  You made me sad, always. You made me disappointed. Everything that I said just became a joke moreover trash. You made meaningless of me for whole times, youre a fabulous actor indeed.
Theres no my guardian anymore. Everything and every promises seem hide away slowly.
“yes you’re right  everythings gonna be okay if we still together but im too scare if you not stay with me. I don’t hate you close to someone, I just cant strong enough to losing you. I cant losing you dear”
Still remember that words? But now you can write like this “I can losing you dear”. that’s more suitable for me right? …

I thought I just brooding him to do and become what I want. Yeah, the basic of this friendship just like that as he thought

Stop fooling yourself. He wont to be with you anymore.
take the time to realize, realize he left you behind ekaaa
why so difficult to accept it as the real
Its enough, its enough to hurting me
Thanks for do it,
Hopely you will happy as you want for those


Sincerely
eka

Friday, May 9, 2014

Little Mermaid


I wrote a sketch that was a spoof of “The Little Mermaid.” Sort of pointing out how all these Disney stories are about women who want to alter themselves so they can find their prince one day.
Disney stories have been an integral part of growing up for almost all children. The protagonist in most of the Disney movies and stories are the Princess like Cinderella, Snow white and many more. One of the well-known princesses who are distinctly known for her looks and rebellious behavior is Ariel Princess..





Ariel princess Description

Disney princesses are usually portrayed as beautiful creatures wither long flowing hair and pretty faces. Ariel princess has a pretty oval face with blue eyes and long, red coloured hair. She is portrayed as a mermaid so she has a greenish shimmering tail.


The character of this Disney princess portrays Ariel princess as being rebellious and adamant. Though being a mermaid she always longs to be a part of the humans on land.



The Story of Ariel Princess     
                                         
Ariel Princess was the daughter of King Triton and Queen Athena who ruled the underwater kingdom of Merfolk. She has six elder sisters and she being the youngest was the heart of all, specially her father. Her best friends were Flounder and Sebastian ‘the royal court composer’. Flounder is a Yellowish blue young tropical fish who is finicky but shows all his strength and courage whenever Ariel Princess is in trouble. On the other hand Sebastian is a Jamaican crab who is a servant of King Triton and is mainly said to be appointed to keep an eye on Ariel Princess. They accompany the princess wherever she goes and support her always till the end of the story.


Ariel is an adventure loving princess who is fascinated with the world of humans. She often ends up arguing with her father as the merfolk are not allowed to make any contact with the human world. Still the young teenager often wanders alone or with flounder to go in search of objects which belong to humans which they often take to a seagull named Scuffle for assessing. The story further becomes intense when Ariel Princess saves the life of a human prince named Prince Eric and falls in love with him. But the difference in their forms restricts them to go further. Being desperate Ariel Princess visits Ursula, the sea witch, who the powers to turn mermaids into humans. But Ariel Princess has exchange her voice if she wants to become human and then she should lead Prince Eric to fall in love with her and kiss her in a short time period of three days. If this is not done then Ariel Princess would be a captive of Ursula forever.


The plot intensifies as it is revealed that this agreement was done as Ursula always eyed King Tritons magical trident and hence wanted to trap Ariel Princess in order to get the trident.
As soon as Ariel Princess is transformed into a human she meets Prince Eric and goes to his castle. Her magic works on him and they are about to be united by the kiss of true love when Ursula comes in between as ‘Vanessa’ who has the voice of Ariel Princess. She tries to bewitch Prince Eric to marry her but scuttle informs Ariel Princess on time that Vanessa is Ursula and Ariel Princess disrupts the marriage. But as destiny would have it is too late before the prince and Princess kiss and Ariel Princess is again transformed into a mermaid and also a captive of Ursula. Ursula takes Ariel Princess to the ocean where she is confronted by King Triton and Sebastian. There is a battle between them and in the end Ariel Princess is trapped in a whirlpool. Ursula tries to kill her but Eric comes to save Ariel Princess and kills Ursula with a splintered prow. As always this Disney story also ends when King Triton’s magic trident helps to convert into a human and Ariel princess and Prince Eric live happily ever after.


A sequel of this story goes that Prince Eric and Ariel princess give birth to a daughter named Melody. Now Melody is driven towards the sea where she meets Ursula’s sister Morgona. She converts Melody into a mermaid and kidnaps her. The story goes that Melody is released with the help of Ariel princess who is again converted into a mermaid with the help of King Triton’s trident. After a lot of drama with Morgona being sent down of the ocean and the wall between Prince Eric’s castle and the ocean is finally broken down and all live happily ever after.

Special Characteristics of Ariel princess

Ariel princess has some distinctive characteristics as compared to other Disney princesses. Generally we see that Disney princess are mild and feminine but Ariel princess is different as she is outgoing and has a strong will-power. She is adamant and obsessive about her love for Prince Eric and her daughter Melody. These qualities often find critics have different opinions. Some admire her grit and integrity while others criticize her boisterous behaviour. All in all she is an adorable princess who is a mermaid with deep red hair and is a favourite amongst teenagers.


Conclusion

The Disney Princesses are often portrayed as well behaved, obedient girls. Ariel princess however has been depicted as being rebellious and powerful with a mind of her own.
Ariel princess has found popularity amongst various age groups and her appearance has brought about a lot of accolades. Her distinct looks and dress up makes her distinct from other princesses.  Ariel princess is our very own Disney princess who has a distinct personality but still makes us believe the happily ever after saga.



enjoy your great child times guys...

Saturday, March 29, 2014

Pola Makan Mahasiswa Kost


Sebagai seorang mahasiswa yang notabene adalah anak kostan, urusan makanan itu kadangkala jadi urusan yang disepelekan. Why? Yapp, layaknya anak kostan yang memang jauh dari pengawasan orangtua telat makan atau bahkan lupa makan merupakan hal yang biasa entah karena terlalu banyak aktivitas di kampus atau karena  berbagai alasan lain yang menjadikan mereka tidak terlalu memperhatikan kebutuhan asupan makanan dalam tubuhnya. 
Selain itu pada umumnya anak kostan agak sensitive dengan masalah  “price”. Jadi kalau ada makanan yang murah dan enak terkadang langsung dibeli.
Masalah gizi? Itu urusan belakangan yang penting cocok sama perut. Untuk siklus makanannya pun yang wajarnya 3 kali dalam sehari yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam bisa berubah sesuai kebutuhan.
Ngomongin masalah siklus makan, kayanya gue bermasalah deh sama yang namanya sarapan. Jam sarapan gue itu jam 9-an keatas (jatohnya makan siang sih). Dari dulu emang ngga suka sarapan gitu dan diperparah saat gue kuliah. Kalau zaman sekolah dulu sih masih sering dimasakin sarapannya sama nyokap, karena udah dimasakin mau ngga mau dimakan kan. Belum lagi terkadang udah dibawain bekal makanannya juga. Tapi beda saat kuliah. Kalau kuliah, nggak sarapan. Kalau nggak kuliah/libur, tidurnya bangun siang. Jadi sama aja nggak sarapan.

Seberapa penting sih sarapan? Gue pernah denger pepatah seperti ini:
"Breakfast like a king, lunch like a prince, dinner like a beggar"
Kalau based on saying yang ada di atas tersebut, artinya breakfastlah yang "value" nya paling besar di antara semua waktu makan setiap hari. Dan memang benar, karena sarapan adalah sumber tenaga kita untuk memulai aktivitas.
Tapi guys, yang membuat gue kaget adalah kalimat "dinner like a beggar"

Omaigat. Kalau kebiasaan gue dijadikan sebuah pepatah, bisa jadi kalimatnya begini:
"Breakfast? No, wait until lunch. Lunch? YES,very much YES. Dinner, at any hour."

Rasanya jadwal makan gue sangat hancur. Penelitian mengatakan, bahwa sarapan lah yang paling penting dan harus ada setiap hari. Selama kuliah beberapa semester ini, gue meninggalkan pola hidup sehat tersebut.

Sekarang gue ingin membandingkan pola makan gue saat gue masih sekolah (berasa tua) dan pola makan gue saat kuliah.

SMA:
1. Sarapan (Nasi uduk/nasi goreng/nasi pakai telor ceplok/nasi pakai nugget/indomie goreng/french fries -> sok elit, ngga sekalian burger aja apa)
2. Makan pas istirahat pertama jam 10 pagi (Nasi kuning/nasi campur)
3. Makan pas istirahat kedua 12.00 (berbagai macam snack yang jumlahnya nggak kira-kira)
4. Makan siang (bisa disebut sore juga) di rumah (Nasi dan lauk yang lebih banyak daripada yang dimakan di kantin)
5. Optional: Makan lebih cepat, bisa berupa mie instan dan sebagainya
6. Makan malem
7. #ngemillagikalolaper

Sekarang bandingkanlah dengan pola makan gue saat kuliah.

Kuliah:
1. #sarapannggayaa
2. Makan siang (yang jelas bukan di rumah) -> nasi warteg setengah, lauk 2-3 biji/ nasi di tempat-tempat makan lainnya
3. Makan malem -> bisa berupa nasi goreng, atau nasi pecel ayam/ikan, atau nasi dan lauk yang dipesan dari warteg kostan

Gimana? Beda jauh?
Let me tell you ya, pas gue sma dulu berat gue 47an keatas, bahkan pernah nyampe 50 kg. Tapi pas kuliah *drum rolls*
Berat badannya selalu dibawah 47 kg
Dan setiap gue pulang kerumah atau ketemu temen temen lama, hal yang biasa mereka katakan adalah “kok kurusan sih, jarang makan ya?”
tapi yang gue heranin adalah, kenapa kekurusan itu tidak berlaku untuk pipi gue. Rasanya pipi gue masih memuai dengan konstanta permuaian yang sama sedari dulu.
*guling-guling di tanah*

Oke jadi itulah dia, perbedaan berat gue dulu dan kini. Jadi bisa dibilang saat pulang kerumah adalah saatnya perbaikan gizi. Well itu emang bener,

*TIPS KESEHATAN SPESIAL*
1. Sarapan sebelum memulai aktivitas. Kalau anak kos, usahakan yang murah dan tidak menguras dompet terlalu awal.
2. Makan siang jangan terlalu brutal. Secukupnya aja, jangan kaya orang baru pernah liat makanan.
3. Makan malem jangan kecepetan, jangan kemaleman, jangan kebanyakan. Biasanya ada orang yang makan malem eh tiba-tiba plus roti bakar coklat keju, plus martabak, dan plus lain-lainnya.
4. Usahakan untuk nggak makan atau jajan-jajan lagi di atas jam 9 malem. Sangat tidak sehat, trust me.
5. Sisihkan waktu untuk berolahraga.
6. Tidur yg cukup. Kalau suka begadang, paling nggak siangnya udah tidur 1-2 jam.

Jadi, kesimpulannya adalah,
marilah kita memulai hidup sehat dengan makan secara teratur dan kebiasaan hidup yang baik, karena sehat itu mahal harganya.