Dunia kosmetik dan perawatan
tubuh tidak dapat dilepaskan dari dunia wanita dalam kehidupan modern. Sudah
sejak lama wanita selalu ingin mempercantik diri dengan berbagai produk
kecantikan. Untuk menarik perhatian kaum wanita, para pemain kosmetik ini
sering melakukan pendekatan persuasi dan memberikan sugesti bahwa produk yang
mereka tawarkan bisa menjadi solusi bagi setiap wanita agar tampil lebih
menarik. Namun ada satu merek produk perawatan tubuh yang mengambil posisi
berbeda di industri. Merek inilah yang kita kenal dengan nama Body Shop.
Perjalanan
Body Shop dimulai dari tahun 1976, ketika sang pendiri Anita Roddick membuka toko
kecil yang menjual produk perawatan tubuh dengan modal 4000 poundsterling di
Inggris. Ide ini didapatkan sewaktu Anita menemukan toko di California yang
menjual sabun dan lotion dari bahan
alami bernama Body Shop. Toko di Amerika ini didirikan untuk membantu kaum
imigrasi yang kesulitan mencari pekerjaan. Anita tertarik dengan ide awal ini
dan memutuskan membeli hak penamaan dari pendiri awal Body Shop.
Pada awalnya Anita mendirikan
Body Shop agar dapat menopang perekonomian keluarga selama suaminya mengadakan
perjalanan panjang dari Buenos Aires ke New York menggunakan kuda. Oleh karena
itu ia melakukan kegiatan operasional, desain toko, pengemasan produk dan
pendekatan pemasaran sehemat mungkin agar mendapat margin keuntungan yang cukup
besar. Cat bewarna hijau gelap pada toko awalnya bertujuan menyembunyikan
keretakan di dinding dan kemasan botol plastik pada awalnya adalah media
penyimpanan urine yang dibeli di rumah sakit lokal. Namun, suatu saat ketika
kehabisan persediaan botol, Anita tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli
persediaan lagi. Ketika itulah ia memutuskan menerapkan kebiasaan refill botol yang berlaku sampai saat
ini.
Seiring waktu pertumbuhan Body
Shop dinilai cukup signifikan. Setelah membangun fondasi yang kuat sejak tahun
2980-an Body Shop melakukan pendekatan serius dalam upaya membangun lingkungan.
Sebenarnya mereka bisa saja melakukan pola pembelian bahan baku seperti
perusahaan pada umumnya, yaitu dengan biaya seefisien mungkin agar margin
keuntungan dapat terjaga dengan baik. Meskipun demikian Body Shop sedapat
mungkin mencari bahan baku dari Negara tertinggal dengan harapan dapat
meningkatkan perekonomian masyarakat Negara tersebut. Tentu saja biaya
operasional menjadi lebih besar, tapi hal ini memberikan makna yang jauh lebih
besar bagi perusahaan dalam upaya memberikan sesuatu yang kebih baik lagi.
Bisnis Body Shop tidak sebatas memperjualbelikan produk perawatan tubuh, tapi
berusaha membangun komunitas global dari bahan baku sampai dengan konsumen ikut
semangat saling membantu dan memberikan solusi bagi semua stakeholder
Untuk menjaga hubungan jangka
panjang yang menguntungkan kedua belah pihak, Anita menerapkan kebijakan
berdagang,bukan sekadar memberikan bantuan.
Sudut pandang ini tentu memberikan dampak berbeda. Bila perusahaan
menggunakan pola pikir memberikan bantuan atau bersifat filantropi, akan timbul
ketergantungan pada kemampuan perusahaan menyumbang dana pada perekonomian.
Namun dengan pendekatan berdagang masyarakat komunitas tertinggal akan ikut
membantu Body Shop agar dapat mengangkat perekonomian mereka. Tentu dengan
karakter seperti ni keberlangsungan hubungan menjadi sustainable.
Kebijakan perusahaan juga
memengaruhi karyawan di segala fungsi. Body Shop selalu mengajak karyawan
membangun lingkungan. Body Shop memperlakukan karyawan sebagai keluarga sendiri
dan aktif mmeberikan edukasi kepada semua pihak yang berhubungan dengan
perusahaaan agar membangun kehidupan dengan lebih baik lagi. Dengan demikian,
tenaga pemasar Body Shop pun memeiliki diferensisasi unik dari tenaga penjuaL
Merek perawatan tubuh lain, yang biasanya banyak menonjolkan keindahan dan kecantikan bentuk tubuh
Nilai yang ditawarkan Body Shop
juga memberikan pengaruh pada konsumen. Nilai peduli akan lingkungan hidup ini
memacu loyalitas dan komitmen konsumen yang sadar akan pentingnya
keberlangsungan bumi yang mereka huni. Dengan melakukan pembelian produk Body
Shop, sebagian konsumen merasa memiliki ikatan tersendiri yang tidak dapat
tergantikan oleh merek lain. Mereka merasa memajukan lingkungan dan kehidupan
masyarakat dunia ketiga. Bukan dengan semata memberikan donasi , tapi dengan
membangun ekosistem yang dapat menjadi solusi berkelanjutan.
100 Kisah Klasik Pemasaran-52
No comments:
Post a Comment