Laman

Wednesday, January 15, 2014

Alab


Ternyata mata kuliah andalan di matematika saat ini ngga hanya kalkulus aja ada juga yang namanya aljabar abstrak atau biasa disingkat alab.
Hem bisa dibilang alab jadi mata kuliah nomor satu saat ini dan fenomena mata kuliah alab sudah banyak diakui tiap tahun per angkatannya di UIN Jakarta (Sebenernya sih setelah ada dosen yang tidak boleh disebut namanya hihi).
Alab sering sekali menjadi trend topic dalam perbincangan kaka kelas di jurusan matematika. Dulu kita belum tau alab itu apa, selain mata kuliahnya yang memang harus membutuhkan daya analisa yang cukup tinggi desas desus yang tak kalah heboh ialah dosen yang mengajar adalah dosen killer. Oke habislah kita di semester 3 nanti, pikir kami.

Saat masuk kelas ini rasanya seperti sedang reunian jurusan matematika, karena lebih dari setengah angkatan atas ikut menikmati kembali belajar alab (secara halus kita sebut mengulang hahah). Karena jumlah mahasiswa yang mengulang cukup banyak jadilah kelas untuk mata kuliah ini dibagi 2, kelas  A dan B.
Nilai awal alab yah gitu, minim banget.
Dosennya bilang, kalau nilai alab standarnya pake dolar makanya nilainya ngga tinggi tinggi wkwk dasar

Unforgettable banget kalau ngomongin alab. Mata kuliah ini tuh penuh kenangan, entah itu yang suka, atau duka
Mulai dari tangan pegel karena nulis repetisi lebih dari 10 lembar polio yang menjadikan malam taaruf sebagai malam mencicil tugas alab untuk para panitia, sibuk belajar alab sehari sebelum jadwalnya, perasaan dag dig dug saat di kelas (khawatir dipanggil namanya untuk ngerjain soal di papan), sedia kertas polio sebagai amunisi alab dan jangan lupa pulpennya juga, buka kelas alab dadakan untuk menunjang ujian ke depan, ngerjain tugas jamaah sampai malam, sampai penundaan jadwal UAS alab beberapa jam sebelum waktunya haha dan masih banyak lainnya.

Tapi tetep aja masih bingung. Mungkin itu masih proses awal kali ya, karena kita masih kaget tentang konsep aljabar itu seperti apa. Terbukti beberapa teman toh akhirnya bisa mendapatkan nilai yang bagus di ujian ujian selanjutnya, mungkin karena itu hasil dari kemaksimalan mereka juga dalam proses belajar memahami alab. Tapi itu dia, teman teman yang lulus disini dan benar benar mendapatkan nilai maksimal bisa dihitung dengan jari.

Sisanya? Bisa ditebak :p

Salah satunya yah diriku ini. Sebelum UAS kemarin, dosen ini sudah mengumumkan nilai minimal yang harus didapat pada saat UAS agar kami bisa lulus (minimal c). Beraneka ragam nilai minimalnya, bahkan botak harus dapetin nilai 100  buat lulus. So heavy pressure for that…

Setelah dihitung-hitung oleh ibunya ternyata nilai gue sama temen sekelas (ghina) nanggung buat lulus, jadilah kita dikasih tugas tambahan sama si ibu ini.
Wow baiknya kita dapat kesempatan kedua, baik banget. Bingung sih sebenernya soalnya agak-agak ngga paham sama soal yang dikasih, tapi untungnya ada kaka kelas yang bantu ngajarin. Dipikir tugasnya hanya dikumpul dimejanya saja, namun bukan alab kalau tanpa sensasi kan hihi. Yapp dosennya minta kita untuk presentasiin hasil kerjaan kita, #langsung keringet dingin.
Ngga tau kenapa sih cuma kalau berhadapan sama dosen ini tuh rasanya beda aja, malah ada yang bilang seolah ketemu sama Dementor kaya Film Harry Potter yang intinya kalau ketemu serasa kita ngga bisa merasakan bahagia lagi wkwk jahatnyaaa ya

Hari H pun tiba, jam 6 gue dan ghina udah nangkring di kosan kaka kelas karena ada revisi jawabannya. Oke mulai panik. Dan dikosan si kaka kelas ternyata ada kaka kelas lain juga yang sampe nginep buat belajar alab karena mau presentasi di depan dosen ini. Jadwal dia presentasi setelah kita nanti, dan dia cerita kalau ternyata salah satu temannya kemarin presentasi dari jam 13.30-17.30 empat mata langsung sama si dosen di ruangannya. Oke tambah panik haha 

jam 8 kita mulai presentasi, without our note obviously dan Alhamdulillah kami bisa,,

Disesi ini kami sadar, bahwa ibunya teramat sangat baik karena telah memberikan kesempatan untuk kami agar bisa memperbaiki nilai, terlebih-lebih ia mau meluangkan waktunya.

Sepertinya ke-killer an mengenai dosen ini lambat laun sudah mulai terpatahkan, semogaaa.
Keterampilan dan semangat Beliau dalam mengajar yang begitu tinggi, patut dikagumi sebagai salah satu dosen yang sangat bertanggungjawab dan berkompeten dalam bidang jurusannya…

Terima kasih ibu,
Semoga hasilnya bisa jauh lebih baik di alab 2 untuk kami sekelas :)


No comments:

Post a Comment