Jika ditanya tentang momen yang tak
terlupakan selama kuliah, maka tanpa pikir panjang saya akan menjawab *KKN
(Kuliah Kerja Nyata) lah momen tersebut*
Tak dapat dipungkiri, pengalaman selama
30 hari mengabdi pada masyarakat di desa Cijeruk Bogor memberikan arti yang luar biasa kepada
kami, khususnya saya pribadi.
Kelompok KKN kami bernama
Mahameru, yang merupakan kependekan dari arti Memberi Harapan Membawa
Perubahan. Nama ini diambil dari nama gunung tertinggi di pulau Jawa yang filosofi
nya dengan nama ini kita berusaha untuk dapat meraih puncak tertinggi yang
direpresentasikan melalui program-program kerja
yang memang telah kita persiapkan didalam agenda KKN ini. Kami
beranggotakan 15 orang dengan pribadi dan karakter yang berbeda pula. Disini
saya juga mengetahui anggota yang memilki background organisasi yang baik
sampai anggota yang kerjaannya dikuliah hanya mampir dan pulang saja bagaikan
kupu-kupu (cuma nemplok).
KKN
ini di mulai dari mencari anggota, mengidentifikasi masalah, membuat rancangan
kerja individu yang sesuai dengan permasalahan hingga action langsung di lapangan.
Kami
menyewa sebuah rumah salah satu tokoh masyarakat disana. Sambutan hangat
dan antusiasme warga sungguh luar biasa
atas kehadiran kami di tengah-tengah mereka. Mulai dari kalangan pejabat desa
Cijeruk dan jajarannya, ibu-ibu PKK, warga masyarakat dan juga anak-anak yang
tiada
henti hentinya memberikan keramahtamahan, dukungan dan juga bantuan kepada kami. Bak artis rupanya kami
disana, dikelilingi anak-anak yang luar biasa. Teriakan *kaka* yang tiada henti
tuk di dengar baik didalam rumah maupun di sudut sudut jalan, lambaian tangan
dan senyum ramah atas kami, dan bahkan pelukan hangat dan genggaman yang begitu
erat tak mau terlepas acap kali menghiasi hari hari kami. Kalian begitu
mempesona, dan kami pun terpikat oleh tingkah lugu dan lucu nya kalian.
Setiap momen yang terlewati dalam kegiatan kuliah kerja nyata begitu berkesan untuk saya. Mulai dari pengalaman mengajar di SD 01 dan 02 Cijeruk, dimana terkadang kami harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk dapat mengkondusifkan kelas dari kebisingan setiap harinya dan juga harus menyaksikan para murid berdesakan untuk belajar dikarenakan kapasitas murid yang terlalu berlebih, namun kerisauan ini hilang saat menghadapi siswa siswi yang begitu hangat ingin bersama kami dalam proses belajar mengajar di sekolah ini. Sungguh membahagiakan, selanjutnya mengajar tari saman untuk para siswa di SMAN 1 Cijeruk, mengajar TPA, makan bakso rujak, ngeliwet bersama warga, piknik ke Gunung Salak, berjalan kaki dari kontrakan ke kantor desa di tengah malam, mandi dan menyuci di masjid, sampai kebiasaan baru yang saya lakukan disana seperti harus mengantri mandi dulu setiap pagi dan sore (seringnya jika air terlalu dingin mandi sekali dalam sehari sudah dirasa cukup), tidur ber-9 di kamar yang berukuran kecil (rasanya benar-benar sudah seperti ikan pepes), tidur menggunakan kerudung, memasak, rajin mencuci piring, pergi ke pasar, main bersama anak-anak di sawah, dan momen-momen lainnya. Begitu banyak kenangan manis yang kami lewati bersama.
Setiap momen yang terlewati dalam kegiatan kuliah kerja nyata begitu berkesan untuk saya. Mulai dari pengalaman mengajar di SD 01 dan 02 Cijeruk, dimana terkadang kami harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk dapat mengkondusifkan kelas dari kebisingan setiap harinya dan juga harus menyaksikan para murid berdesakan untuk belajar dikarenakan kapasitas murid yang terlalu berlebih, namun kerisauan ini hilang saat menghadapi siswa siswi yang begitu hangat ingin bersama kami dalam proses belajar mengajar di sekolah ini. Sungguh membahagiakan, selanjutnya mengajar tari saman untuk para siswa di SMAN 1 Cijeruk, mengajar TPA, makan bakso rujak, ngeliwet bersama warga, piknik ke Gunung Salak, berjalan kaki dari kontrakan ke kantor desa di tengah malam, mandi dan menyuci di masjid, sampai kebiasaan baru yang saya lakukan disana seperti harus mengantri mandi dulu setiap pagi dan sore (seringnya jika air terlalu dingin mandi sekali dalam sehari sudah dirasa cukup), tidur ber-9 di kamar yang berukuran kecil (rasanya benar-benar sudah seperti ikan pepes), tidur menggunakan kerudung, memasak, rajin mencuci piring, pergi ke pasar, main bersama anak-anak di sawah, dan momen-momen lainnya. Begitu banyak kenangan manis yang kami lewati bersama.
Kelompok KKN kami sangat kompak dan solid meskipun tingkat kontribusi keaktifan dari masing-masing berbeda namun pada akhirnya kami dapat melaksanakan semua kegiatan program kerja dengan maksimal. Bisa dikatakan setiap harinya program kerja KKN sangatlah memakan waktu. Termasuk kegiatan yang tak terduga, seperti jika air tidak mengalir, galon yang tetiba habis, gas kompor yang mati dan lain sebagainya. Sampai akhirnya kami pun memiliki orang- orang expert dalam kegiatan- kegiatan yang tak terduga tersebut, contoh Giyas dan Andre sang PJ Galon yang expert dalam membeli galon, Apul sang penyelamat disaat air tidak mengalir, Devi dan Azis PJ ke pasar Caringin dan Umi sang Penakluk Pria Cijeruk haha
Dalam
kelompok ini juga saya temui hal-hal menarik lainnya, mulai dari orang malang
yang kental dengan logat jawanya, orang Tasik yang suka tidur, orang Bintaro yang
sangat pelupa atas barang-barang vitalnya dan wanita cantik dengan aksen
sumatera nya serta tawa terbahak-bahaknya (Maimun).
Awalnya
saya merasa belum memiliki ikatan dengan personil lainnya dalam kelompok ini,
yah wajarlah karena saya satu-satu nya mahasiswa matematika dalam KKN Mahameru.
Merasakan atmosfer baru, itu yang sesungguhnya ingin saya rasakan dalam
kesempatan kali ini. Meskipun pada prosesnya sering ditemukan selisih pendapat,
kesalahpahaman, komunikasi yang kurang berjalan baik dan kekurangan lainnya
namun kami mampu melewati nya. Yah ini adalah cerita yang saya temui dalam
perjalanan hidup untuk bisa beradaptasi dengan orang lain dan juga sebagai
upaya untuk dapat melatih saya memposisikan diri dan juga mengambil keputusan
serta tindakan saat kondisi dan situasi dirasa kurang mendukung. Beruntung nya
saya dapat mengenal partner hebat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang membuat
hari-hari dalam KKN ini terasa lebih berkualitas dan menyenangkan. Saya sungguh
mengagumi sosok nya. Pria ramah, berinisiatif tinggi, bijaksana, rajin, humoris
serta sosok ke bapak-an yang telah mengajari banyak hal positif kepada saya
khususnya dan juga telah membuat KKN Mahameru memiliki esensi yang luar biasa di
hati masyarakat Cijeruk terutama anak-anak disana. Partner dalam mengajar, berdiskusi,
berbelanja, dan masih banyak lagi. Nuhun
a untuk pembelajarannya
Masih
mengharu biru rasanya hati ini saat harus berpisah dengan mereka semua. Air
mata tak kunjung surut dikala waktu pengabdian di desa tersebut telah berakhir.
Sungguh berat kami untuk melepaskan keramahtamahan yang begitu amat memikat
hati kami. Isakkan tangis saat acara perpisahan pun tak terbendung. Entah
jalinan apa yang memang terbentuk diantara kami, terlalu sayang…. yah mungkin
itu jawabannya.
Perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya, kami masih bisa berkunjung di lain waktu. Menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama anak-anak super yang mengagumkan disana. Ikatan kekeluargaan kami semoga dapat terus terjaga dalam menjaga hubungan silaturahmi ini.
Perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya, kami masih bisa berkunjung di lain waktu. Menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama anak-anak super yang mengagumkan disana. Ikatan kekeluargaan kami semoga dapat terus terjaga dalam menjaga hubungan silaturahmi ini.
Inti dari kuliah kerja nyata ini adalah bagimana caranya kita dapat mengimplementasikan seluruh ilmu yang kita punya dan pengalaman kita untuk memajukan masyarakat serta belajar menjadi satu tubuh yang utuh dalam membawa nama baik almamater.
Pesan
bagi kelompok KKN berikutnya, Kelompok KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang
telah melakukan kegiatan KKN di desa Cijeruk selalu memiliki tren positif di
sana sehingga hal ini merupakan tugas berat kita untuk selalu menjaga nama baik
almamater kita. Tapi hal ini tidak perlu dicemaskan, selama kalian benar- benar
berniat untuk mengabdi kepada masyarakat segala hal apapun yang terjadi pasti
ada jalan keluarnya. KKN Mahameru Alhamdulillah telah dianggap sebagai keluarga
baru di desa Cijeruk bahkan, sambutan hangat warga selalu menjadi hal yang
selalu dirindukan.
“What counts in life is not the mere
fact that we have lived. It is what difference we have made to the lives of
others that will determine the significance of the life we lead”
Yang terpenting dalam hidup bukanlah
fakta bahwa kita telah
hidup. Tetapi perbedaan apa yang telah kita buat untuk kehidupan orang lain yang akan menentukan makna
kehidupan yang kita pimpin
-Nelson Mandela
No comments:
Post a Comment