Laman

Tuesday, November 17, 2015

Kuliah Kerja Nyata




Jika ditanya tentang momen yang tak terlupakan selama kuliah, maka tanpa pikir panjang saya akan menjawab *KKN (Kuliah Kerja Nyata) lah momen tersebut*
Tak dapat dipungkiri, pengalaman selama 30 hari mengabdi pada masyarakat di desa Cijeruk  Bogor memberikan arti yang luar biasa kepada kami, khususnya saya pribadi.
Kelompok KKN kami bernama Mahameru, yang merupakan kependekan dari arti Memberi Harapan Membawa Perubahan. Nama ini diambil dari nama gunung tertinggi di pulau Jawa yang filosofi nya dengan nama ini kita berusaha untuk dapat meraih puncak tertinggi yang direpresentasikan melalui program-program kerja  yang memang telah kita persiapkan didalam agenda KKN ini. Kami beranggotakan 15 orang dengan pribadi dan karakter yang berbeda pula.  Disini saya juga mengetahui anggota yang memilki background organisasi yang baik sampai anggota yang kerjaannya dikuliah hanya mampir dan pulang saja bagaikan kupu-kupu (cuma nemplok).
KKN ini di mulai dari mencari anggota, mengidentifikasi masalah, membuat rancangan kerja individu yang sesuai dengan permasalahan hingga action langsung di lapangan.
Kami menyewa sebuah rumah salah satu tokoh masyarakat disana. Sambutan hangat dan  antusiasme warga sungguh luar biasa atas kehadiran kami di tengah-tengah mereka. Mulai dari kalangan pejabat desa Cijeruk dan jajarannya, ibu-ibu PKK, warga masyarakat dan juga anak-anak yang tiada henti hentinya memberikan keramahtamahan, dukungan dan juga bantuan kepada kami. Bak artis rupanya kami disana, dikelilingi anak-anak yang luar biasa. Teriakan *kaka* yang tiada henti tuk di dengar baik didalam rumah maupun di sudut sudut jalan, lambaian tangan dan senyum ramah atas kami, dan bahkan pelukan hangat dan genggaman yang begitu erat tak mau terlepas acap kali menghiasi hari hari kami. Kalian begitu mempesona, dan kami pun terpikat oleh tingkah lugu dan lucu nya kalian.

Setiap momen yang terlewati dalam kegiatan kuliah kerja nyata begitu berkesan untuk saya. Mulai dari pengalaman mengajar di SD 01 dan 02 Cijeruk, dimana terkadang kami harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk dapat mengkondusifkan kelas dari kebisingan setiap harinya dan juga harus
menyaksikan para murid berdesakan untuk belajar dikarenakan kapasitas murid yang terlalu berlebih, namun kerisauan ini hilang saat menghadapi siswa siswi yang begitu hangat ingin bersama kami dalam proses belajar mengajar di sekolah ini. Sungguh membahagiakan, selanjutnya mengajar tari saman untuk para siswa di SMAN 1 Cijeruk, mengajar TPA, makan bakso rujak, ngeliwet bersama warga, piknik ke Gunung Salak, berjalan kaki dari kontrakan ke kantor desa di tengah malam, mandi dan menyuci di masjid, sampai kebiasaan baru yang saya lakukan disana seperti harus  mengantri mandi dulu setiap pagi dan sore (seringnya jika air terlalu dingin mandi sekali dalam sehari sudah dirasa cukup), tidur ber-9 di kamar yang berukuran kecil (rasanya benar-benar sudah seperti ikan pepes), tidur menggunakan kerudung, memasak, rajin mencuci piring, pergi ke pasar, main bersama anak-anak di sawah,  dan momen-momen lainnya. Begitu banyak kenangan manis yang kami lewati bersama.

Kelompok KKN  kami sangat kompak dan solid meskipun tingkat kontribusi keaktifan dari masing-masing berbeda namun pada akhirnya kami dapat melaksanakan semua kegiatan program kerja dengan maksimal. Bisa dikatakan setiap harinya program kerja KKN  sangatlah memakan waktu. Termasuk kegiatan yang tak terduga, seperti jika air tidak mengalir, galon yang tetiba habis, gas kompor yang mati dan lain sebagainya. Sampai akhirnya kami pun memiliki orang- orang expert dalam kegiatan- kegiatan yang tak terduga tersebut, contoh Giyas dan Andre sang PJ Galon yang expert dalam membeli galon,  Apul sang penyelamat disaat air tidak mengalir, Devi dan Azis PJ ke pasar Caringin  dan Umi sang Penakluk Pria Cijeruk haha
Dalam kelompok ini juga saya temui hal-hal menarik lainnya, mulai dari orang malang yang kental dengan logat jawanya, orang Tasik yang suka tidur, orang Bintaro yang sangat pelupa atas barang-barang vitalnya dan wanita cantik dengan aksen sumatera nya serta tawa terbahak-bahaknya (Maimun).

Awalnya saya merasa belum memiliki ikatan dengan personil lainnya dalam kelompok ini, yah wajarlah karena saya satu-satu nya mahasiswa matematika dalam KKN Mahameru. Merasakan atmosfer baru, itu yang sesungguhnya ingin saya rasakan dalam kesempatan kali ini. Meskipun pada prosesnya sering ditemukan selisih pendapat, kesalahpahaman, komunikasi yang kurang berjalan baik dan kekurangan lainnya namun kami mampu melewati nya. Yah ini adalah cerita yang saya temui dalam perjalanan hidup untuk bisa beradaptasi dengan orang lain dan juga sebagai upaya untuk dapat melatih saya memposisikan diri dan juga mengambil keputusan serta tindakan saat kondisi dan situasi dirasa kurang mendukung. Beruntung nya saya dapat mengenal partner hebat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang membuat hari-hari dalam KKN ini terasa lebih berkualitas dan menyenangkan. Saya sungguh mengagumi sosok nya. Pria ramah, berinisiatif tinggi, bijaksana, rajin, humoris serta sosok ke bapak-an yang telah mengajari banyak hal positif kepada saya khususnya dan juga telah membuat KKN Mahameru memiliki esensi yang luar biasa di hati masyarakat Cijeruk terutama anak-anak disana. Partner dalam mengajar, berdiskusi, berbelanja, dan masih banyak lagi.  Nuhun a untuk pembelajarannya

Masih mengharu biru rasanya hati ini saat harus berpisah dengan mereka semua. Air mata tak kunjung surut dikala waktu pengabdian di desa tersebut telah berakhir. Sungguh berat kami untuk melepaskan keramahtamahan yang begitu amat memikat hati kami. Isakkan tangis saat acara perpisahan pun tak terbendung. Entah jalinan apa yang memang terbentuk diantara kami, terlalu sayang…. yah mungkin itu jawabannya.
Perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya, kami masih bisa berkunjung di lain waktu. Menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama anak-anak super yang mengagumkan disana. Ikatan kekeluargaan kami semoga dapat terus  terjaga dalam menjaga hubungan silaturahmi ini.

Inti dari kuliah kerja nyata ini adalah bagimana caranya kita dapat mengimplementasikan seluruh ilmu yang kita punya dan pengalaman kita untuk memajukan masyarakat serta belajar menjadi satu tubuh yang utuh dalam membawa nama baik almamater.
Pesan bagi kelompok KKN berikutnya, Kelompok KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah melakukan kegiatan KKN di desa Cijeruk selalu memiliki tren positif di sana sehingga hal ini merupakan tugas berat kita untuk selalu menjaga nama baik almamater kita. Tapi hal ini tidak perlu dicemaskan, selama kalian benar- benar berniat untuk mengabdi kepada masyarakat segala hal apapun yang terjadi pasti ada jalan keluarnya. KKN Mahameru Alhamdulillah telah dianggap sebagai keluarga baru di desa Cijeruk bahkan, sambutan hangat warga selalu menjadi hal yang selalu dirindukan.


“What counts in life is not the mere fact that we have lived. It is what difference we have made to the lives of others that will determine the significance of the life we lead”
-Nelson Mandela

Yang terpenting dalam hidup bukanlah fakta bahwa kita telah hidup. Tetapi perbedaan apa yang telah kita buat untuk kehidupan orang lain yang akan menentukan makna kehidupan yang kita pimpin
-Nelson Mandela





No comments:

Post a Comment