Laman

Saturday, March 29, 2014

Pola Makan Mahasiswa Kost


Sebagai seorang mahasiswa yang notabene adalah anak kostan, urusan makanan itu kadangkala jadi urusan yang disepelekan. Why? Yapp, layaknya anak kostan yang memang jauh dari pengawasan orangtua telat makan atau bahkan lupa makan merupakan hal yang biasa entah karena terlalu banyak aktivitas di kampus atau karena  berbagai alasan lain yang menjadikan mereka tidak terlalu memperhatikan kebutuhan asupan makanan dalam tubuhnya. 
Selain itu pada umumnya anak kostan agak sensitive dengan masalah  “price”. Jadi kalau ada makanan yang murah dan enak terkadang langsung dibeli.
Masalah gizi? Itu urusan belakangan yang penting cocok sama perut. Untuk siklus makanannya pun yang wajarnya 3 kali dalam sehari yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam bisa berubah sesuai kebutuhan.
Ngomongin masalah siklus makan, kayanya gue bermasalah deh sama yang namanya sarapan. Jam sarapan gue itu jam 9-an keatas (jatohnya makan siang sih). Dari dulu emang ngga suka sarapan gitu dan diperparah saat gue kuliah. Kalau zaman sekolah dulu sih masih sering dimasakin sarapannya sama nyokap, karena udah dimasakin mau ngga mau dimakan kan. Belum lagi terkadang udah dibawain bekal makanannya juga. Tapi beda saat kuliah. Kalau kuliah, nggak sarapan. Kalau nggak kuliah/libur, tidurnya bangun siang. Jadi sama aja nggak sarapan.

Seberapa penting sih sarapan? Gue pernah denger pepatah seperti ini:
"Breakfast like a king, lunch like a prince, dinner like a beggar"
Kalau based on saying yang ada di atas tersebut, artinya breakfastlah yang "value" nya paling besar di antara semua waktu makan setiap hari. Dan memang benar, karena sarapan adalah sumber tenaga kita untuk memulai aktivitas.
Tapi guys, yang membuat gue kaget adalah kalimat "dinner like a beggar"

Omaigat. Kalau kebiasaan gue dijadikan sebuah pepatah, bisa jadi kalimatnya begini:
"Breakfast? No, wait until lunch. Lunch? YES,very much YES. Dinner, at any hour."

Rasanya jadwal makan gue sangat hancur. Penelitian mengatakan, bahwa sarapan lah yang paling penting dan harus ada setiap hari. Selama kuliah beberapa semester ini, gue meninggalkan pola hidup sehat tersebut.

Sekarang gue ingin membandingkan pola makan gue saat gue masih sekolah (berasa tua) dan pola makan gue saat kuliah.

SMA:
1. Sarapan (Nasi uduk/nasi goreng/nasi pakai telor ceplok/nasi pakai nugget/indomie goreng/french fries -> sok elit, ngga sekalian burger aja apa)
2. Makan pas istirahat pertama jam 10 pagi (Nasi kuning/nasi campur)
3. Makan pas istirahat kedua 12.00 (berbagai macam snack yang jumlahnya nggak kira-kira)
4. Makan siang (bisa disebut sore juga) di rumah (Nasi dan lauk yang lebih banyak daripada yang dimakan di kantin)
5. Optional: Makan lebih cepat, bisa berupa mie instan dan sebagainya
6. Makan malem
7. #ngemillagikalolaper

Sekarang bandingkanlah dengan pola makan gue saat kuliah.

Kuliah:
1. #sarapannggayaa
2. Makan siang (yang jelas bukan di rumah) -> nasi warteg setengah, lauk 2-3 biji/ nasi di tempat-tempat makan lainnya
3. Makan malem -> bisa berupa nasi goreng, atau nasi pecel ayam/ikan, atau nasi dan lauk yang dipesan dari warteg kostan

Gimana? Beda jauh?
Let me tell you ya, pas gue sma dulu berat gue 47an keatas, bahkan pernah nyampe 50 kg. Tapi pas kuliah *drum rolls*
Berat badannya selalu dibawah 47 kg
Dan setiap gue pulang kerumah atau ketemu temen temen lama, hal yang biasa mereka katakan adalah “kok kurusan sih, jarang makan ya?”
tapi yang gue heranin adalah, kenapa kekurusan itu tidak berlaku untuk pipi gue. Rasanya pipi gue masih memuai dengan konstanta permuaian yang sama sedari dulu.
*guling-guling di tanah*

Oke jadi itulah dia, perbedaan berat gue dulu dan kini. Jadi bisa dibilang saat pulang kerumah adalah saatnya perbaikan gizi. Well itu emang bener,

*TIPS KESEHATAN SPESIAL*
1. Sarapan sebelum memulai aktivitas. Kalau anak kos, usahakan yang murah dan tidak menguras dompet terlalu awal.
2. Makan siang jangan terlalu brutal. Secukupnya aja, jangan kaya orang baru pernah liat makanan.
3. Makan malem jangan kecepetan, jangan kemaleman, jangan kebanyakan. Biasanya ada orang yang makan malem eh tiba-tiba plus roti bakar coklat keju, plus martabak, dan plus lain-lainnya.
4. Usahakan untuk nggak makan atau jajan-jajan lagi di atas jam 9 malem. Sangat tidak sehat, trust me.
5. Sisihkan waktu untuk berolahraga.
6. Tidur yg cukup. Kalau suka begadang, paling nggak siangnya udah tidur 1-2 jam.

Jadi, kesimpulannya adalah,
marilah kita memulai hidup sehat dengan makan secara teratur dan kebiasaan hidup yang baik, karena sehat itu mahal harganya.



1 comment:

  1. haha.. akhirnya ̶t̶̶e̶̶r̶̶p̶̶a̶̶k̶̶s̶̶a̶ baca postingannya juga. gara2 muncul di daftar bacaan sih :))

    emang klo anak kos itu identik dengan "kurang makan", karena notabenenya jadwal dan menu makanan mereka tidak dijamin oleh orang tua seperti halnya yang tinggal di rumah. wajar lah klo makan mereka gak teratur baik waktu maupun gizinya.
    tapi sebenernya gak begitu juga, klo emang anak kost nya mau disiplin, mereka juga bisa tetap "sehat dan makan bergizi" seperti halnya anak rumahan kok. tinggal keinginan mereka aja yg baik.
    hahaha.. saya ketawa lagi ya, ini kok jadinya lucu postingannya.. :))
    oiya, jadi inget postingan saya yg ini,
    http://matthrixx.wordpress.com/2012/02/05/makan-juga-harus-pake-mikir/
    tentang makanan juga. tapi agak beda sih, silakan klo berkenan untuk membacanya :D
    keep posting \m/

    ReplyDelete